Hampir meleleh di….Taj Mahal

Masih dalam edisi, Jalan Jalan ke India

 

Dan akhirnya beres juga urusan kongres. Saat nya melihat Taj Mahal. Setelah selesai breakfast, yang ueeenak banget. Pssst. Ternyata saya doyan banget makanan India. Sayang fotonya dikit.Β  Memori saya rada susah mengingat, kalo ndak ada fotonya. Jd mau nulis juga rada susah. Balik ke rencana ke Taj Mahal. Setelah breakfast berangkatlah kita. Naik bus, yg tampilan luarnya keren. Tapi kalo udah di jalan. Segala bunyi2an terdengar. Termasuk goncangan yg lumayan keras kerasanya. Lewat jalan tol menuju Agra, sekitar 4 jam an. Baru nyampe. Ada pemandangan unik di tol. Seluruh pintu tol, tempat ambil karcis dan bayar, di beri pengaman besi mengitari box nya..jd semacam di “kerangkeng” lah..petugas tol. Konon ini krn gardu tol, sering diseruduk mobil. Yg dikendarai oleh orang mabuk. Emang, kalo diperhatikan, di Jalan jalan New Delhi, berseliweran mobil2, baik baru maupun tua. Penuh debu dan….penyok. Kata teman, ketok magic kayaknya laku di India.
Akhirnya, sampai juga kita ke Taj Mahal. Dan masuk ke sini, ndak boleh bawa tas. Kalo mau bawa tas, harus melalui pemeriksaan tas, yg puaaaanjang antreannya. Tapi saya nekat bawa tas selempang. Dan ternyata dan lama antreannya. Kalo bawa ransel, nah…bakalan diperiksa dan jd lama.
Siang itu, menjelang jam 12. Di bulan februari, yg harusnya tidak terlalu panas. Tapi, teuteup aja, puaaanas buat saya.
Setelah melalui antrean khusus turis yg Cepat, segera menuju hal depan Taj Mahal. Hati hati Disini. Krn banyak yang nawarin kita foto. Salah satu teman. Mengira foto tidak akan mahal. Sama dengan De danau Bedugul Bali, yg 25ribu perlembar. Dan dicetak, hanya yg kita suka. Di Taj Mahal, tukang foto akan mencetak, segepok Foto2, ndak make nanya. Dan teman saya diminta bayar 400rb an
Nasib saya selalu mengunjungi, tempat keren, tapi, penuh banget pengunjung. Jadi susah banget dapat foto keren. Suka heran deh, dengan Foto2 cantik di internet, yg ndak kelihatan pengunjung lain nya. Pegimana motretnya ya..
Nah disinilah letak Guna si tukang potret, dia bisa dengan galaknya menghalau pengunjung lain. Sehingga kita bisa terlihat, sendirian terseyum manis, dengan latar Taj Mahal
Setelah puas menghalau pengunjung lain dan berhasil berfoto dengan latar Taj Mahal. Dilanjut masuk ke dalam Taj Mahal. Peeenuh banget. Untuk masuk aja make acara dorong2an. Dan tetiba ada aki aki, mengucap Assalamualaikum..dan dijawab oleh kami. Dan segera menghalau pengunjung lain, sehingga kita bisa masuk. Dan dia, mulai menerangkan Taj Mahal dengan bhs Inggris yg susah dimengerti. Dan saya sudah siap untuk di palak. Pada akhir putaran..krn kita memutari bagian dalam Taj Mahal. Si Bapak tua meminta uang. Yo wes lah..kami beri 100rb..lupa brp rupee..yg inget rupiah nya saja
Bagaimana kesan saya tentang Taj Mahal, ya..gitu deh..krn Syeh Jehan poligami..saya jd kurang menikmati keindahannya..
Yg berkesan justru lunch after visit Taj Mahal. Kita lunch di salah satu resto di Kota Agra. Uenak bambang gulindang deh..
image

Senyum manis sambil menahan panas, serasa mau meleleh..krn kacamata antimatahari ketinggalan di bus

Advertisements

7 thoughts on “Hampir meleleh di….Taj Mahal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s