Naik shinkansen..tut..tut..siapa hendak turut

Masih cerita, emak emak, jalan jalan ke jepang

Akhirnya hari yg ditunggu tunggu, tibalah..Yaitu..naik shinkansen. Maklumin, kita khan orang udik. Taunya kereta api, ya..kereta api parahiangan….:mrgreen:Konon belon ke Jepang kalo belon naik shinkansen

Setelah breakfast di hotel. Kita berombongan menuju Osaka Stasion. Konon stasiun kereta api ini keren dan bagus. Tapi krn kita berombongan. Udah di wanti wanti, ndak boleh kesana kemari, ntar ketinggalan shinkansen. Dan, kami, para emak emak, cencuuu menurut. 😄
Koper kita yg gede gede, dipaketkan. Dan para emak, cukup Membawa koper kecil, untuk menginap 1 hari di Gotemba
Akhirnya, shinkansen nya, datang. Putih, dengan moncong panjang kayak ikan hiu. Para emak naik, koper kecil di taruh dekat kaki. Katanya kalo bawa koper gede. Sebaiknya, ambil kursi paling belakang, supaya tempat kopernya lowong

image

image

image

Tiket nya juga dipotrek…soalnya..tiket dimasukkan lagi dipintu keluar

Didalam kereta para emak berfoto foto. Walopun hasil foto, tampak sama, antara naik shinkansen dan kereta apai Kuala namu Medan

image

Didalam kereta, jelas ndak ada yg jualan nas gor, kayak di kereta Parahiangan, yg legendaris itu.
Shinkansen sendiri, punya beberapa type. Konon anak anak di jepang, sangat suka mengkoleksi pernak pernik kereta shinkansen.
Dari osaka ke odawara, sekitar 2 setengah jam. Didalam kereta ada colokan usb, bisa u ngecharge Hp atau kamera. Seperti tempat lain di jepang, keretanya sangat bersih, walopun tempat sampah tidak disediakan. Tidak ada juga pramugari yg ngider, untuk mengumpulkan sampah. Konon orang jepang selalu sedia kantong plastik didalam tas nya. Dan sampah akan dikantongin , dan akan dibuang bila mereka menemukan tempat sampah, atau sampah ditenteng teruuuuus, sampai rumah. Bandingksn dgn orang di kampung saya, yg protes ke walikota, waktu peringatan konferensi adia afrika, karena tempat sampahnya kurang, sewaktu keramean dilaksanakan. :'(:'(:'(
Walopun kereta melaju sangat kencang, tapi tidak terasa didalam kereta. Tidak berisik juga. Hampir tidak terdengar suara apapun
Didalam beberapa kereta di jepang, malah ada larangan untuk tidak bertelepon an di dalam kereta. Takjub…kok bisa ya..orang Jepang..nurut gitu…segala larangan , bener bener dipatuhi.
Oh..ya distasion…juga di hotel di jepang, tidak ada porter. Jadi, walopun punya duit, untuk bayar porter,tetep tidak ada yg mau di bayar. Jadi harus ngangkut sendiri, segala bawaan kita

Ok, kembali ke shinkansen, Tentang harga, cara mesan dsb. Silahkan google ya. Maklumin, emak emak, pergi berombongan. Seluruh harga termasuk dalam harga tour. Semoga, dimasa yad, masih diberi kesempatan, untuk naik shinkansen lagi

Advertisements

2 thoughts on “Naik shinkansen..tut..tut..siapa hendak turut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s